A.PRIBADI (+)
Dengan pengaruh budaya asing saya mengetahui:
1.Membuat Subtitle Pada
Video
Persiapan: Software Adobe Premiere
Alur Proses:
a)
Buatlah
sebuah Dokumen Editing baru dengan Adobe Premiere Pro
b)
Import
Data video yang teman-teman miliki dengan mengklik menu File > Import
c)
Kemudian
data yang teman-teman import tadi akan muncul di bagian Project file di adobe
premiere
d)
Setelah
itu, masukkan file video yang teman-teman import tadi ke Timeline agar bisa
kita edit, dengan cara mendrag file video ke timeline.
e)
kemudian
untuk memulai membuat tulisan, klik menu Title > New Title > pilih
Default Still...
f)
kemudian
akan keluar settingan seperti gambar di bawah ini, langsung saja klik OK.
g)
Setelah
terbuka window untuk menambahkan tulisan, teman-teman bisa menggunakan Type
Tool kemudian klik 1 kali dan tulisan kata-kata sesuai keinginan teman-teman.
setelah itu ada angka 3 itu untuk merubah foont, angka 4 untuk merubah ukuran
huruf, dan juga jika sudah, klik saja tombol Close (X)
h)
Setelah
klik Close (X) maka pada Project file, akan muncul sebuah file baru bernama
Title 01 yang merupakan file tulisan yang sudah teman-teman buat..
i)
Sekali
lagi, Drag file Title 01 ke dalam timeline agar nantinya bisa kita pindahkan ke
dalam video dan kita edit sesuai keinginan.
j)
Dan
akhirnya tulisan yang teman-teman buat akan muncul pada video yang teman-teman
edit.
2.Membuat Animasi Frame
By Frame
Perlengkapan : Software Adobe Flash
Alur Proses:
a)
Buka
aplikasi flash yang ada di komputer atau laptop anda
b)
Pilih
Flash File (Action Script 2.0)
c)
Atur
size pada properties
d)
Dimension
: 800 (width)
e)
600
(height)
f)
Atur
Background Color menjadi warna yang anda inginkan
g)
Frame
Rate menjadi 17
h)
Untuk
memudahkan kita dalam berkerja di layer kerja flash, perkecil layer menjadi 50%
i)
Pada
layer 1 pilih Teks Tool, Ketika huruf awal dari kalimat yang anda ingin buat,
Misalnya saya ingin membuat kata
MinahEsemka jadi huruf yang saya ketikan
adalah huruf M
j)
Pada
Frame ke 5 klik kanan pilih insert keyframe
k)
Selanjutnya
ketikan huruf kedua disini huruf kedua dari MinahEsemka adalah huruf i
l)
Pada
frame ke 10 klik kanan, pilih insert keyframe
m)
Ulangi
langkah di atas sampai kalimat yang anda ingin buat selesai
n)
10.Tekan
CTRL + ENTER untuk melihat hasilnya.
3.Membuat Animasi Motion
Tween
Persiapan : Software Adobe Flash
Alur Proses:
a)
Buka
aplikasi Adobe Flash CS3
b)
Pilih
Actions scrift 2.0 / 3.0
c)
Rubah
warna Background sesuai dengan selera anda sendiri
d)
Buat
Objek dengan menggunakan Oval Tool.
e)
Setelah
membuat objek, kita buat layer baru
f)
Dilayer
2 kita buat text bebas, misalnya nama kita sendiri
g)
Setelah
itu kita rubah warna text menjadi sama dengan warna Background.
h)
Kemudian
Insert keyframe pada layer 1 dan 2 di frame 30
i)
Klik
di frame 30 layer 1, kemudian pindahkan objek Oval ke sisi yang berlawanan
j)
Setelah
itu klik di tengah tengah Frame layer 1 kemudian klik kanan lalu pilih motion
tween
k)
KEMUDIAN
ANDA TINGGAL MENEKAN CTRL+ENTER
4. Membuat Animasi
Motion Shape
Persiapan : Software Adobe Flash
Alur Proses :
a)
Buka
file baru atau Ctrl+N
b)
Pada
Frame pertama kita buat sebuah objek lingkaran dengan
c)
menggunakan
Oval Tool
d)
Kemudian
pada frame 20 buatlah sebuah keyframe.
e)
Setelah
itu pada frame 20 yang telah kita buat sebuah key frame, kita
f)
hapus
dengan cara klik frame 20 kemudian tekan Delete pada keyboard.
g)
Setelah
keyframenya kosong kita buat sebuah objek persegi pada frame
h)
20
tersebut.
i)
Klik
frame 1 kemudian buka panel properties, pada pilihan animasi tween
j)
pilih
shape.
k)
Kemudian
tekan Enter untuk melihat hasilnya
l)
Sablon
Mug Dengan Mesin Flash
Persiapan
: Kertas Inject, Mug yang di Cloating, Mesin Press, Design
Alur Proses:
a)
Printer
yang sudah di isi dengan tinta sublime , untuk printer bisa menggunakan epson
L300 atau yang sejenis sedangkan untuk tinta sublime yang premium biasanya yang
berasal dari korea , cukup mahal secara harga tapi sangat puas untuk kualitas ,
sedangkan yang berasal dari cina , sangat banyak variasi dan spektrum jenisnya
, jadi harus hati-hati jangan senang dulu dapat harga murah , cek kualitas
hasil printnya , khususnya untuk warna hitam.
Pengalaman sublime murah ketika di pakai untuk ngeprint hitam jadinya
agak kecoklat-coklatan.
b)
kertas
inject ( inject paper) ini juga harus disiapkan , karena akan lebih bagus
hasilnya bila kita mengunakan kertas inject paper. Catatan paling penting untuk
kertas inject ada dua sisi kertas yang berbeda. Satu sisi halus dan satu sisi
lainnya agak kasar , untuk yang di print adalah yang sisi halus.
c)
Setelah
di print dengan tinta sublime dan kertas inject paper , selanjutnya di potong
sesuai ukuran desain atau sesuai ukuran media cetak mugnya , untuk ukuran
templatenya panjang 20 cm lebar 8.5 cm
d)
Setelah
di potong desain yang telah di cetak dan mug yang sdh coating juga sudah siap
maka selanjutnya di tempelkan , desain ke mugnya dan selanjutnya di masukan ke
dalam mesin press
e)
Nyalakan
mesin press , dengan temperatur dan waktu yang sesuai dengan buku manual mesin
press , nyalakan sampai ada bunyi alarm yang menyatakan bahwa mug sudah selesai
proses cetaknya .
f)
selanjutnya
silahkan dibuka dan lihat hasilnya
5..Cara Membuat Stop
Motion
a. Pastikan kamu memiliki kamera.
Untu1k hasil yang lebih baik, disarankan menggunakan
kamera SLR atau kamera pocket. Namun, dari kamera handphone juga bisa kok.
b. Siapkan objek.
Objek yang dimaksud adalah actor atau aktris yang akan
ada di film animasimu. Objek dapat berupa clay, lego, origami, kertas, atau
apapun yang bersifat fleksibel.
c. Buatlah cerita.
Story board dari film animasimu adalah hal terpenting
yang akan mempermudah proses dari
pembuatan animasi stop motion kamu.
d. Pikirkan detail pergerakannya.
Jika ada adegan – adegan dengan efek spesial, pastikan
kamu menulis detailnya sehingga saat kamu melakukan pemotretan tidak terganggu
dan bisa sekali jalan.
e. Mengatur dan
Aturlah pencahayaan dari tempat di mana kamu membuat
animasi stop motion kamu. Usahakan agar tidak terlalu terang, juga tidak
terlalu gelap supaya hasil akhirnya baik.
f. Mulailah mengambil gambar pertama.
Coba lihat hasil dari gambar pertama, apakah ada yang
kurang dari set tempat kamu mengambil gambar atau tidak.
g. Simpan gambar di komputer menandai.
Tandailah objek kamu. Dari mana kamu ingin memulai, dan
di mana kamu ingin mengakhiri pergerakannya. Tentukan juga viewnya dari kamera.
h. Siapkan kamera di posisi yang telah
ditentukan.
Taruhlah kameramu di tripod atau jika kamu tidak memiliki
tripod, kamu bisa mengakali dengan menggunakan tumpukan buku sebagai penyangga.
Usahakan agar kamera tidak berpindah tempat dari awal hingga akhir pengambilan
gambar.
i. Mengatur pencahayaan.
Jika sudah menyelesaikan satu scene, segera transfer ke
komputermu. Untuk lebih mudahnya, kamu bisa membuat satu folder berisikan scene
yang kamu potret.
j. Ulangi langkah nomor 8 dan 9 sampai
film animasimu jadi.
Jika semua scene sudah terambil, mulailah mengedit
kumpulan foto – foto tersebut.
k. Tambahkan efek – efek.
Jangan biarkan film animasimu terlihat kosong! Tambahkan
sedikit efek untuk animasi stop motion kamu agar terlihat lebih menarik.
l. Export atau render video kamu.
Hal terakhir yang dilakukan adalah menyelesaikannya, atau
menyimpan hasil animasi stop motion kamu di komputer kamu.
6.Foto Model
Teknik foto model adalah teknik yang semua fotografer
patut dalami. Di manapun kita berada, sebagai fotografer, kita seringkali
dituntut untuk menghasilkan foto portrait atau potret seseorang dengan baik.
Dan juga, pemotretan seorang model yang cantik sekarang sudah menjadi hobi bagi
banyak fotografer masa kini.
Persiapan : Model, Latar atau Lokasi, Kamera
Alur Proses :
a . Komposisi
Pasti anda sudah sering mendengar istilah “rule of
thirds”, di mana anda membayangkan frame anda dibagi menjadi 3 bagian secara
vertikal dan horizontal. Lalu titik temu dari garis2 tersebut adalah tempat di
mana anda sebaiknya meletakkan “point of interest” dari foto tersebut. Untuk
pemotretan model, mata sang model seringkali menjadi titik fokal dari foto
tersebut. Maka, dengan memposisikan mata model di garis 1/3 tersebut, atau di
interseksi garis2 tersebut, maka anda akan membantu untuk menonjolkan mata sang
model, dan menangkap perhatian dari orang yang menikmati hasil foto anda.
b . Padukan dengan latar (background)
Hal ini yang seringkali memisahkan seorang fotografer
amatiran dengan yang profesional dan berpengalaman. Seorang fotografer harus
peka memilih background untuk pemotretan model. Janganlah terobsesi untuk
menghasilkan bokeh untuk latar model anda, namun cermatlah mencari warna
ataupun elemen2 yang bisa menambah estetika dari foto anda. Contoh foto
berikut, menggunakan harmonisasi dari warna baju sang model dan juga warna
gambar bunga di dinding. Dan juga, konotasi sepuncuk mawar sangatlah cocok
untuk menemani seorang model wanita yang cantik.
c . Bokeh yang menarik
Bertentangan dengan tip nomer 2, tips berikut ini
menganjurkan anda untuk mencari sebuah latar yang tidak mengganggu potret dari
sang model. Pisahkanlah model agak jauh dengan latar yang ada, dan bukalah
diafragma lensa anda. Ini akan menghasilkan bokeh yang lebih “creamy” dan soft,
agar sang model benar2 terpisah dari background dan seperti timbul dari foto
anda.
Pada contoh berikut, saya membidik sang model dari angle
yang agak rendah. Ini saya lakukan karena ingin menangkap lampu2 dari kafe
tempat pemotretan yang tergantung di ranting2 pohon. Lampu2 dan kerlap kerlip
dari daun akan menghasilkan bokeh yang bagus untuk menjadi latar.
d . Mainkan white balance
Dalam sesi pemotretan dengan model ini, kami memilih
lokasi di sebuah kafe yang lampunya berwarna kuning, dan bagian teras yang
diterangi oleh cahaya matahari. Dengan perpaduan dari temperatur cahaya yang
tersedia, saya ingin menghasilkan sebuah foto yang lebih unik. Saya lalu
menempatkan sang model sangat dekat dengan cahaya lampu kuning, dan mengubah
setting-an white balance menjadi temperatur “cloud” atau berawan. Dengan
demikian, saya akan menonjolkan kekuningan dari cahaya lampu tersebut, dan
background lainnya yang hanya terkenca cahaya matahari akan menjadi “cold” atau
dingin. Mood dari foto berikut berubah bukan?
e . Pose dengan tangan
Alangkah enaknya jika memotret seorang model yang pintar
berpose. Sang fotografer hanya perlu menjepret sambil sang model berganti2
pose, dan akhirnya mendapatkan banyak foto yang menarik. Namun, tidak semua
model bisa berpose dengan sendirinya, dan tugas seorang fotografer yang handal
lah untuk membantu sang model untuk berpose yang menambah kecantikan dirinya.
Untuk mendalami teknik untuk mengatur pose model butuh
pendalaman yang lebih lagi, tapi lakukanlah tip ini dan saya yakin foto model
anda akan jadi lebih menarik. Kadang fotografer tidak memperhatikan tangan dari
sang model pada saat memotret close-up. Padahal dengan sedikit tambahan tangan
model yang sekedar memegang rambutnya atau menyentuh pipi nya sedikit dapat
menambah keanggunan dari foto tersebut secara berlipat ganda.
Extra tip – bereksperimen dengan tone
Tip berikut lebih berlaku pada saat “post processing”,
atau pada saat peng-editan di komputer. Ada 1001 macam tone yang bisa dicapai,
dengan begitu banyak teknik dan preset2 yang didapatkan dari photoshop maupun
Lightroom. Cobalah bereksperimen, dan carilah tone yang terbaik untuk anda.
Tone atau warna dari foto anda dapat memisahkan anda dari fotografer lain, dan
dapat anda jadikan ciri khas anda sediri. Berikut adalah beberapa tone yang saya
ciptakan menggunakan Photoshop. Tidak banyak perubahan yang saya lakukan,
karena saya lebih suka tone yang natural. Tapi anda bisa lihat, sedikit “tint”
dengan warna tertentu dapat merubah mood dari foto anda.
7. Membuat Line Art
Persiapan:
Details editing :
a)
Time
: ±1 hour
b)
Main
tools : pen-tool, brush, eraser
Prinsip editing :
a)
Mengerti
cara penggunaan pen tool (Baik buat garis biasa, garis lekukan, garis untuk
ujung rambut, dll ‘-‘)
b)
Keseimbangan
ukuran garis (Gak ada yang tebel/tipis banget) :3
c)
Zooming
saat membuat garis (Harus seimbang, kalau misalnya pakai 800% ya sekitar 800%
semua karena ini mempengaruhi keseimbangan ukuran garis)
d)
Gambarnya
HQ (Biar enak dipanang mata xD)
e)
Pakai
mouse kalau di PC
Alur Proses :
a.Buka foto
yang akan dibuat line art.
Kemudian, duplicate (ctrl+J) foto itu.
Buat layer solid color fill warna putih. Buatnya lewat
gambar yang ada di bawah layer.
Lalu buat layer kosong (ctrl+shift+N).
Atur warna foreground dan background ke hitam dan putih.
Klik pen-tool untuk mulai membuat garis.
b.Saat
membuat garis,
white color fill-nya bisa di hide (Caranya adalah :
meng-klik gambar mata di kiri layer). Fungsi white color itu hanya untuk
mengecek apakah garisnya sudah rapi dan sesuai atau belum.
Kemudian, buat group untuk garis wajah dengan meng-klik
icon group. Setelah itu, drag/geser layer kosong tadi ke dalam group.
Zoom gambar sampai ukurannya sekitar 800%. Tujuan di zoom
sebesar itu agar hasil garisnya tidak tebal.
c. Buat pola sepanjang pelipis kanan sampai
kiri.
Kalau misalnya kesulitan, bisa gunakan size normal dulu,
baru sampai ke pelipis kirinya langsung diperbesar.
Setelah itu, buat garis kembali ke titik semula lewat
sebelah dalam (Jaraknya boleh dilekuk-lekukkan biar lebih variasi/?).
Setelah sampai di A, temukan titik akhir dengan titik
awal, caranya dengan mengeklik titik awalnya (yang tanda biru tua)
d.Untuk
mewarnai garisnya,
klik kanan > fill path (tidak perlu diedit lagi) >
OK. Habis itu hapus garisnya dan hasilnya bisa dilihat dengan meng-unhide mata
di white color fill
e.skip Buat
garis dengan cara hampir seperti tadi untuk membuat yang lainnya. Ingat! Tiap
garis punya layer dan grup sendiri ya
Do it again to make another lines. Remember! Every line
f.Karena ini
line art simple,
jadi dalam menggambarnya juga nggak detail-detail amat
.-. Untuk mata, yang pertama adalah buat garis kelopak matanya. Garis pola
kelopak matanya harus berupa lengkungan, tidak boleh patah-patah karena nanti
matanya jadi bersudut-sudut .Langsung
aja di fill path
Buat layer baru lagi dan klik ellipse tool mode paths
untuk menggambar pupilnya. Ingat, biar bener-bener bulat, saat membuat
lingkarannya sambil klik shift. Setelah terbentuk, klik kanan > fill path
> OK. Untuk menghapus garisnya, klik pen tool > delete path. Kemudian
atur pupil pada posisinya dan hapus bagian tidak perlu.
8. Membuat Efek Slow
Motion
Efek video Slow Motion ini merupakan efek video yang
digunakan untuk memberi kesan dramatis pada suatu video.
Persiapan : Video Mentah, Software Adobe Premiere
Alur Proses :
a)
Buka
aplikasi Adobe Premiere.
b)
Setelah
itu import video yang akan diberikan efek slow motion, kemudian video hasil
importan tadi di drag ke jendela time line.
c)
Letakkan
set sequence marker pada video yang ingin diberi efek slow motion, kemudian
klik Razoor Tool (shortcut C). Razoor Tool sendiri berguna untuk memotong
bagian video yang ingin diperlambat gerakannya.
d)
Langkah
selanjutnya, klik kanan pada video yang ada di time line kemudian pilih
Speed/Duration.
e)
Maka
nanti akan muncul jendela Clip Speed/Duration.
f)
Kemudian
ubahlah speednya sesuai keinganan, misalnya saya ingin membuat efek slow motion
dengan nilai speed berkisar 50%.
g)
Setelah
itu tekan Enter untuk melihat hasil efek slow motion pada video.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar